Senin, 01 Mei 2017

MAKALAH KALIMAT, BAHASA INDONESIA




BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
     Kalimat merupakan primadona dalam kajian bahasa. Hal ini disebabkan antara lain karena dengan perantaraan kalimatlah seorang guru atau dosen dapat menyampaikan maksud secara lengkap dan jelas.Satuan bentuk bahasa yang sudah kita kenal sebelum sampai pada ttaran kalimat adalah kata (mis.tidak ) dan frasa atau kelompok kata (mis. tidak tahu). Kata dan frasa tidak dapat mengungkapkan suatu maksud secara lengkap dan jelas, kecuali jika kata dan frasa itu sedang berperan dalam kalimat minor atau merupakan jawaban sebuah pernyataan. Untuk dapat berkalimat dengan baik perlu kita pahami terlebih dahulu sturuktur dasar suatu kalimat.

B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apa itu Kalimat  ?
2.      Apa saja jenis-jenis kalimat?

C.    TUJUAN
1.      Memahami pengertian kalimat
2.      Memahami jenis-jenis kalimat


BAB II
PEMBAHASAN

A.    KALIMAT
1.      Pengertian Kalimat
Menurut Harimurti (2008:103) Kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final dan secara aktual maupun potensi teriri dari klausa.[1]
Kalimat adalah kesatuan ujar yang mengungkapkan suatu konsep pikiran dan perasaan. KBBI (2008:609)
2.      Unsur-Unsur Kalimat
a.       Subjek (S)
Subjek adalah bagian kalimat yang menandai apa yang dinyatakan oleh penulis. Subjek dapat berbentuk kata benda, frasa kata benda, atau kata kerja.
ContoH : Rafi sedang membaca. (Kata benda)
              Memancing hobi Rafi. (Kata Kerja)
b.      Predikat (P)
Predikat adalah bagian kalimat yang menandai apa yang dinyatakan oleh penulis tentang subjek. Predikat biasanya berbentuk kata kerja, frasa kata kerja, frasa numeral (bilangan), kata benda, frasa kata benda, frasa preposisi (kata depan), kata sifat, atau frasa kata sifat.
Contoh : jack Makan. (kata kerja)
              Jack sedang makan. (frasa kata kerja)
              Jack Pengusaha. (Kata Benda)
c.       Objek (O)
Objek adalah bagian kalimat yang melengkapi kata kerja, objek dapat berupa kata benda, atau frasa kata benda,. Bagian kalimat ini terletak setelah predikat berkata kerja aktif ntransitrif (-kan, -I, me-).
Contoh : Jack mencintai Maya. ( kata Benda)
Jack memasukkan laptop barunya  kedalam tas. (frasa kata    benda)
d.      Pelengkap (Pel)
Pelengkap atau komplemen sering disamakan dengan objek. Padahal pelengkap beda dengan objek karena tidak dapat menjadi subjek jika kalimat dipasifkan. Pelengkap mengikuti predikat yang berimbuhan ber-, ter-, ber-an, ber-kan, dan kata-kata khusus (merupakan, berdasarkan, dan menjadi).
Contoh: Jack bertubuh kekar.
             Jack Tersandung batu.
e.       Keterangan (K)
Keterangan adalah bagian kalimat yang meluaskan atau membatasi makna subjek atau predikat.[2]
Contoh: Jack tinggal di Jakarta.
             Setiap hari sabtu Jack berwisatakuliner.

B.     JENIS KALIMAT
1.      Kalimat Tunggal
Kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri atas satu klausa. Hal itu berarti konstituen untuk tiap unsur kalimat. Kalimat tunggal tidak harus pendek, panjang juga dapat dinamakan kalimat tunggal.
Contoh      : dia akan datang
                    Guru fifika kami akan dikirim keluar negeri.
2.      Kalimat Interogatif
Kalimat Interogatif dikenal sebagai kalimat tanya, secara formal ditandai oleh kehadiran kata tanya seperti  apa, kenapa, dimana, siapa, berapa, berapa, dan bagaimana, degan atau tanpa partikel-kah sebagai penegas. Kalimat interogatif diakhiri dengan tanda tanya (?) pada bahasa tulis dan pada bahasa lisan dengan suara naik.
Contoh      : apa dia istri pak Handy ?
                    Haruskah kamu menikah hari ini ?
3.      Kalimat eksklamtif
Sering disebut kalimat seru, secara formal ditandai dengan kata  alangkah, atau  bukan main,  dengan kata lain kalimat eksklamtif adalah kalimat yang digunakan untuk memberi pujian, perasaan kagum atau heran.[3]
Contoh      : alangkah indahnya pemandangan alam ini
                    Bukan main bodohnya anak ini.
4.      Kalimat Majemuk
       Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua buah kalimat tunggal atau lebih, dengan kata lain kalimat majemuk adalah penggabungan dari dua buah kalimat tunggal[4]
        Jenis-jenis kalimat majemuk :
a.       Kalimat majemuk setara
      Yaitu penggabungan dua kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya setara atau sederajat.
Contoh: Juminten pergi kepasar. ( K.Tunggal 1)
                          Ragil berangkat ke bengkel. (K. Tunggal 2)
                          Juminten pergi kepasar sedangkan Ragil berangkat ke -
                          bengkel. ( K. Majemuk)
b.      Kalimat majemuk rapatan
Yaitu penggabungan beberapa kalimat tunggal yang karena subjek, predikat atau objeknya sama, maka bagian yang sama hanya disebutkan sekali.
Contoh            : pekerjaannya hanya makan (K. Tunggal 1)
                          Pekerjaannya hanya tidur (K. Tunggal 2)
                          Pekerjaannya hanya makan dan tidur. (K. Majemuk)
c.       Kalimat Majemuk Bertingkat
Yaitu penggabungan beberapa kalimat tunggal yang kedudukanyya berbeda.
Contoh: Kemari ayah mencuci motor. (induk kalimat)
                          Ketika matahari berada diufuk timur (anak kalimat )
                          Ayah mencuci motor ketika matahari berada diufuk timur
d.      Kalimat Majemuk Campuran
Yaitu gabungan antara kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. Sekarang-karangnya ada tiga kalimat.
Contoh            : Toni bermain dengan Kevin
                          Rina membaca buku kemarin
                          Ketika aku datang kerumah Rina
Toni bermain dengan Kevin, dan Rina membaca buku ketika aku datang kerumah (K. Majemuk Campuran)

5.      Kalimat Imperatif
        Kalimat Imperatif adalah kalimat kalmat perintah, suruhan dan permintaan. Ciri-cirinya:
a. Intonasi itandai nada rendah diakhir tutuan
b. Pemakaian partikel penegas, penghalus, kata ajakan dan larangan
c. Pelaku tindak tidak selalu terungkap.
Contoh      : Kamu masuk !
                    Anggaplah dia sudah mati.
6.      Kalimat Inversi
       Kalimat Inversi adalah kalimat yang predikatnya selalu mendahului Subjeknya.
Contoh      :  Ada tamu Pak.
                     Ada kabar bahwa suaminya telah meninggal
7.      Kalimat Efektif
       Kalimat Efektif adalah kalimat yang mempunyai kemampuan untuk menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pikiran pendengar atau pembaca seperti apa yang ada dalam pembicara atau penulis.
        Sebuah kalimat efektif mempunyai ciri khas yaitu kesepadanan, struktur, kepararelan, ketegasan, kehematan, ecermatan, kepaduan, dan kelogisan.[5]
a.       Kesepadanan
       Kesepadanan adalah adanya kesepadanan atau keseimbangan antara pikiran, gagasan, dan struktur bahasa yang digunakan. Ciri-ciri kalimat yang memiliki kesepadanan adalah sebagai berikut:
1)      Kalimat itu empunyai predikat yang jelas
2)      Tidak mempunyai subjek yang ganda
3)      Kata penghubung antar kalimat tidak dipakai dalam kalimat tunggal.
4)      Predikat kalimat tidak didahukui oleh kata yang.
b.      Kepararelan
          Yang dimaksud kparalelan adalah kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat itu. Artinya, kalau bentuk pertama menggunakan nomina, bentuk kedua dan seterusnya juga harus menggunakan nomina. Kalau bentuk pertama menggunakan verba, bentuk kedua juga menggunakan verba. 
Contoh:    1) Mahasiswa jurusan sastra inggris dan sastra jepang sedang menerjemahkan tugas mata kuliah translation dan pengetikan naskah asing.
                 2)Langkah penerjemahan adalah membaca naskah, mengedit ulang, dan pengetikan.
Kalimat a tidak ada kesetaraan karena dua bentuk kata yang mewakili predikat terjadi dari bentuk yang berbeda, yaitu menerjemahkan dan pengetikan. Kalimat itu dapat diperbaiki dengan cara menyejajarkannya kedua bentuk itu.
c.       Ketegasan
        Yang dimaksud dengan ketegasan atau penekanan ialah suatu perlakuan penonjolan pada ide pokok kakalimat. Pada sebuah kalimat ada ide yang perlu ditonjolkan. Kalimat itu memberikan penekanan atau ketegasan pada penonjolan itu. Ada berbagai cara untuk membentuk penekanan dalam kalimat.
1)        meletakkan kata yang ditonjolkan itu didepan kalimat
2)        Membuat urutan kata yang logis
3)        Melakukan pengulangan kata-repetisi
4)        Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditonjolkan.
5)        Mempergunakan partikel penekanan-penegasan
d.      Kehematan
       Yang dimaksud kehematan dalam kalimat efektif adalah hemat menggunakan kata, frase, atau bentuk lain yang di anggap tidak perlu. Kegemaran tidak berarti harus menghilangkan kata -kata yang dapat menambah kejelasan kalimat . Penghematan di sini mempunyai arti penghematan terhadap kata yang memang tidak di perlukan.
1)      Penghematan dapat di lakukan dengan cara menghilangkan pengulangan subjek .
Perhatikan contoh :
a)      Karena iasakit keras , dia tidak bisa mengikuti perlombaan renang .
b)      Para peserta lomba bersiap -siap memasuki arena setelah mereka mendengar aba-aba dari panitia .
Perbaikan kalimat itu adalah sebagai berikut :
c)      Karena sakit keras, ia tidak bisa mengikuti perlombaan renang.
d)     Para peserta lomba bersiap-siap memasuki arena setelah mendengar aba-aba dari panitia .
2)      Penghematan dapat di lakukan dengan cara menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata.
Kata hijau sudah mencukupi kata warna.
Kata mmerpatiSudah mencukupi kata burung.
Perhatikan :
Ia memakai baju warna hijau.
Dimana engkau menangkap burung merpati itu ?
Dapat di ubah menjadi
Ia memakai baju hijau
Di mana engkau menangkap merpatiitu ?
3)      Penghematan dapat di lakukan dengan cara menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat .
Kata naik bersinonim dengan ke atas
Kata turun bersinonim dengan ke bawah
Kata naik bersinonim dengan saja
Kata sejak bersinonim dengan dari
Perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini :
Dia hanya belajar komputersaja.
Sejak dari tadi ia menunggu temannya.
Kalimat ini dapat di perbaiki menjadi :
Dia hanya belajar komputer
Sejak tadi ia menunggu temanya.
Atau
Dia belajar komputer saja
dari tadi ia menunggu temanya
4)   Penghematan dapat di lakukan dengan cara tidak menjajakan kata-kata yang berbentuk jamak. Misalnya :
Bentuk tidak baku               bentuk baku
Para ibu-ibu.                        Para ibu
Beberapa bapak-bapak.       Beberapa bapak
e.       Kecermatan
           Yang dimaksud cermat adalah kalimat itu tidak menimbulkan tafsiran ganda dan tepat pada pilihan kata.
Perhatikan kalimat berikut :
Istri lurah yang cerewet itu.
Dia menerima uang sebanyak dua puluh lima ribuan.
Kalimat a- memiliki makna ganda yaitu siapa yang cerewet, lurah atau istri lurah.
Kalimat b- memiliki makna ganda yaitu berapa jumlah uang seratus ribu rupiah atau dua puluh lima ribuan rupiah.
Perhatikan kalimat berikut:
Yang diceritakan menceritakan Tentang pengaruh teknologi informasi dan kenakalan remaja. Kalimat ini salah pilihan katanya karena dua kata yang bertentangan, yaitu diceritakan dan menceritakan. Kalimat itu dapat diubah menjadi :
Yang diceritakan adalah pengaruh teknologi informasi dan kenakalan remaja.


f.       Kepaduan
         Yang dimaksud dengan kepaduan ialah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu sehingga informasi yang disampaikannya tidak dipecah-pecah. Kalimat yang padu tidak bertele-tele dan tidak mencerminkan cara berfikir yang tidak sistematis.[6]
g.      Kelogisan
Yang dimaksud kelogisan ialah ide kalimat itu dapat diterima oleh akal sehat dan sesuai dengan ejaan yang berlaku.
Perhatikan kalimat dibawah ini :
a)      Waktu dan tempat kami persilahkan.
b)      Untuk mempersingkat waktu, kita lanjutkan acara ini.
Kalimat diatas tidak logis atau tidak masuk akal. Kalimat yang logis sebagai berikut:
Rektor Unicom kami persilahkan.
Untuk menghemat waktu, kita lanjutkan acara ini.





BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
1.       Kalimat adalah kesatuan ujar yang mengungkapkan suatu konsep pikiran dan perasaan.
2.      Unsur-unsur kalimat yaitu subjek, predikat, Objek, Pelengkap, Keterangan
3.      Jenis-jensi kalimat
a.       Kalimat tunggal
b.      Kalimat interogatif
c.       Kalimat Majemuk
d.      KalimatImperatif
e.       Klimat Efektif

B.     SARAN
Semoga dengan adanya makalah ini dapat menjadi tambahan referensi atau sebagai bahan ajar bagi pembaca, banyak kekurangan dalam makalah ini kami menerima dengan baik kritik dan saran yang baik demi memperbaiki karya-karya kami selanjutnya.






DAFTAR PUSTAKA


Eka Farida, Yushinta.2016.Buku Ajar Bahasa Indonesia Perguruan Tinggi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.




[1]  Eka Farida, Yushinta.2016.Buku Ajar Bahasa Indonesia Perguruan Tinggi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Hlm:54
[2]  Idem. Hlm:54-56
[3] Idem Hlm: 57-58
[4] Idem, Hlm: 58
[5] Idem, Hlm: 61
[6] Idem. Hlm: 66

Tidak ada komentar:

Posting Komentar