BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Kalimat merupakan primadona dalam kajian bahasa. Hal ini disebabkan
antara lain karena dengan perantaraan kalimatlah seorang guru atau dosen dapat
menyampaikan maksud secara lengkap dan jelas.Satuan bentuk bahasa yang sudah
kita kenal sebelum sampai pada ttaran kalimat adalah kata (mis.tidak ) dan frasa atau
kelompok kata (mis. tidak tahu). Kata dan frasa tidak dapat mengungkapkan
suatu maksud secara lengkap dan jelas, kecuali jika kata dan frasa itu sedang
berperan dalam kalimat minor atau merupakan jawaban sebuah pernyataan. Untuk
dapat berkalimat dengan baik perlu kita pahami terlebih dahulu sturuktur dasar
suatu kalimat.
B.
RUMUSAN MASALAH
1.
Apa itu
Kalimat ?
2.
Apa saja
jenis-jenis kalimat?
C.
TUJUAN
1.
Memahami
pengertian kalimat
2.
Memahami
jenis-jenis kalimat
BAB II
PEMBAHASAN
A.
KALIMAT
1. Pengertian
Kalimat
Menurut
Harimurti (2008:103) Kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif berdiri
sendiri, mempunyai pola intonasi final dan secara aktual maupun potensi teriri
dari klausa.[1]
Kalimat
adalah kesatuan ujar yang mengungkapkan suatu konsep pikiran dan perasaan. KBBI
(2008:609)
2. Unsur-Unsur
Kalimat
a. Subjek
(S)
Subjek adalah bagian
kalimat yang menandai apa yang dinyatakan oleh penulis. Subjek dapat berbentuk
kata benda, frasa kata benda, atau kata kerja.
ContoH : Rafi sedang membaca. (Kata
benda)
Memancing hobi
Rafi. (Kata Kerja)
b. Predikat
(P)
Predikat adalah bagian
kalimat yang menandai apa yang dinyatakan oleh penulis tentang subjek. Predikat
biasanya berbentuk kata kerja, frasa kata kerja, frasa numeral (bilangan), kata
benda, frasa kata benda, frasa preposisi (kata depan), kata sifat, atau frasa
kata sifat.
Contoh : jack Makan. (kata kerja)
Jack sedang
makan. (frasa kata kerja)
Jack Pengusaha.
(Kata Benda)
c. Objek
(O)
Objek adalah bagian
kalimat yang melengkapi kata kerja, objek dapat berupa kata benda, atau frasa
kata benda,. Bagian kalimat ini terletak setelah predikat berkata kerja aktif
ntransitrif (-kan, -I, me-).
Contoh : Jack mencintai Maya. ( kata
Benda)
Jack
memasukkan laptop barunya kedalam
tas. (frasa kata benda)
d. Pelengkap
(Pel)
Pelengkap atau
komplemen sering disamakan dengan objek. Padahal pelengkap beda dengan objek
karena tidak dapat menjadi subjek jika kalimat dipasifkan. Pelengkap mengikuti
predikat yang berimbuhan ber-, ter-, ber-an, ber-kan, dan kata-kata khusus
(merupakan, berdasarkan, dan menjadi).
Contoh: Jack bertubuh kekar.
Jack Tersandung batu.
e. Keterangan
(K)
Contoh: Jack tinggal di
Jakarta.
Setiap hari
sabtu Jack berwisatakuliner.
B.
JENIS
KALIMAT
1. Kalimat
Tunggal
Kalimat tunggal adalah
kalimat yang terdiri atas satu klausa. Hal itu berarti konstituen untuk tiap
unsur kalimat. Kalimat tunggal tidak harus pendek, panjang juga dapat dinamakan
kalimat tunggal.
Contoh : dia akan datang
Guru fifika
kami akan dikirim keluar negeri.
2. Kalimat
Interogatif
Kalimat Interogatif
dikenal sebagai kalimat tanya, secara formal ditandai oleh kehadiran kata tanya
seperti apa, kenapa, dimana, siapa, berapa, berapa,
dan bagaimana, degan atau tanpa partikel-kah sebagai penegas. Kalimat
interogatif diakhiri dengan tanda tanya (?) pada bahasa tulis dan pada bahasa
lisan dengan suara naik.
Contoh : apa dia istri pak Handy ?
Haruskah
kamu menikah hari ini ?
3. Kalimat
eksklamtif
Sering disebut kalimat
seru, secara formal ditandai dengan kata alangkah, atau bukan main, dengan kata lain kalimat eksklamtif adalah
kalimat yang digunakan untuk memberi pujian, perasaan kagum atau heran.[3]
Contoh : alangkah indahnya pemandangan alam ini
Bukan main
bodohnya anak ini.
4. Kalimat
Majemuk
Kalimat majemuk adalah kalimat yang
terdiri dari dua buah kalimat tunggal atau lebih, dengan kata lain kalimat
majemuk adalah penggabungan dari dua buah kalimat tunggal[4]
Jenis-jenis kalimat majemuk :
a. Kalimat
majemuk setara
Yaitu penggabungan dua kalimat atau lebih
kalimat tunggal yang kedudukannya setara atau sederajat.
Contoh: Juminten pergi
kepasar. ( K.Tunggal 1)
Ragil
berangkat ke bengkel. (K. Tunggal 2)
Juminten
pergi kepasar sedangkan Ragil berangkat ke -
bengkel. ( K. Majemuk)
b. Kalimat
majemuk rapatan
Yaitu penggabungan
beberapa kalimat tunggal yang karena subjek, predikat atau objeknya sama, maka
bagian yang sama hanya disebutkan sekali.
Contoh : pekerjaannya hanya makan (K.
Tunggal 1)
Pekerjaannya hanya tidur (K. Tunggal 2)
Pekerjaannya hanya makan dan tidur. (K. Majemuk)
c. Kalimat
Majemuk Bertingkat
Yaitu penggabungan
beberapa kalimat tunggal yang kedudukanyya berbeda.
Contoh: Kemari ayah
mencuci motor. (induk kalimat)
Ketika matahari berada diufuk timur (anak kalimat )
Ayah
mencuci motor ketika matahari berada diufuk timur
d. Kalimat
Majemuk Campuran
Yaitu gabungan antara
kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. Sekarang-karangnya ada
tiga kalimat.
Contoh : Toni bermain dengan Kevin
Rina
membaca buku kemarin
Ketika aku datang kerumah Rina
Toni bermain dengan
Kevin, dan Rina membaca buku ketika aku datang kerumah (K. Majemuk Campuran)
5. Kalimat
Imperatif
Kalimat Imperatif adalah kalimat kalmat
perintah, suruhan dan permintaan. Ciri-cirinya:
a. Intonasi itandai
nada rendah diakhir tutuan
b. Pemakaian partikel
penegas, penghalus, kata ajakan dan larangan
c. Pelaku tindak tidak
selalu terungkap.
Contoh : Kamu masuk !
Anggaplah
dia sudah mati.
6. Kalimat
Inversi
Kalimat Inversi adalah kalimat yang
predikatnya selalu mendahului Subjeknya.
Contoh : Ada tamu Pak.
Ada kabar
bahwa suaminya telah meninggal
7. Kalimat
Efektif
Kalimat Efektif adalah kalimat yang
mempunyai kemampuan untuk menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pikiran
pendengar atau pembaca seperti apa yang ada dalam pembicara atau penulis.
Sebuah kalimat efektif
mempunyai ciri khas yaitu kesepadanan, struktur, kepararelan, ketegasan,
kehematan, ecermatan, kepaduan, dan kelogisan.[5]
a. Kesepadanan
Kesepadanan adalah adanya kesepadanan
atau keseimbangan antara pikiran, gagasan, dan struktur bahasa yang digunakan.
Ciri-ciri kalimat yang memiliki kesepadanan adalah sebagai berikut:
1) Kalimat
itu empunyai predikat yang jelas
2) Tidak
mempunyai subjek yang ganda
3) Kata
penghubung antar kalimat tidak dipakai dalam kalimat tunggal.
4) Predikat
kalimat tidak didahukui oleh kata yang.
b. Kepararelan
Yang dimaksud kparalelan adalah kesamaan
bentuk kata yang digunakan dalam kalimat itu. Artinya, kalau bentuk pertama
menggunakan nomina, bentuk kedua dan seterusnya juga harus menggunakan nomina.
Kalau bentuk pertama menggunakan verba, bentuk kedua juga menggunakan verba.
Contoh: 1) Mahasiswa
jurusan sastra inggris dan sastra jepang sedang menerjemahkan tugas mata kuliah
translation dan pengetikan naskah asing.
2)Langkah
penerjemahan adalah membaca naskah, mengedit ulang, dan pengetikan.
Kalimat
a tidak ada kesetaraan karena dua bentuk kata yang mewakili predikat terjadi
dari bentuk yang berbeda, yaitu menerjemahkan dan pengetikan. Kalimat itu dapat
diperbaiki dengan cara menyejajarkannya kedua bentuk itu.
c. Ketegasan
Yang dimaksud dengan ketegasan atau penekanan
ialah suatu perlakuan penonjolan pada ide pokok kakalimat. Pada sebuah kalimat
ada ide yang perlu ditonjolkan. Kalimat itu memberikan penekanan atau ketegasan
pada penonjolan itu. Ada berbagai cara untuk membentuk penekanan dalam kalimat.
1)
meletakkan kata yang ditonjolkan itu
didepan kalimat
2)
Membuat urutan kata yang logis
3)
Melakukan pengulangan kata-repetisi
4)
Melakukan pertentangan terhadap ide yang
ditonjolkan.
5)
Mempergunakan partikel
penekanan-penegasan
d. Kehematan
Yang dimaksud kehematan dalam kalimat
efektif adalah hemat menggunakan kata, frase, atau bentuk lain yang di anggap
tidak perlu. Kegemaran tidak berarti harus menghilangkan kata -kata yang dapat
menambah kejelasan kalimat . Penghematan di sini mempunyai arti penghematan
terhadap kata yang memang tidak di perlukan.
1) Penghematan
dapat di lakukan dengan cara menghilangkan pengulangan subjek .
Perhatikan
contoh :
a) Karena
iasakit keras , dia tidak bisa mengikuti perlombaan renang .
b) Para
peserta lomba bersiap -siap memasuki arena setelah mereka mendengar aba-aba
dari panitia .
Perbaikan kalimat itu
adalah sebagai berikut :
c) Karena
sakit keras, ia tidak bisa mengikuti perlombaan renang.
d) Para
peserta lomba bersiap-siap memasuki arena setelah mendengar aba-aba dari
panitia .
2) Penghematan
dapat di lakukan dengan cara menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata.
Kata hijau sudah mencukupi kata warna.
Kata mmerpatiSudah
mencukupi kata burung.
Perhatikan :
Ia memakai baju warna hijau.
Dimana engkau menangkap
burung merpati itu ?
Dapat di ubah menjadi
Ia memakai baju hijau
Di mana engkau menangkap merpatiitu ?
3) Penghematan
dapat di lakukan dengan cara menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat .
Kata naik
bersinonim dengan ke atas
Kata turun
bersinonim dengan ke bawah
Kata naik
bersinonim dengan saja
Kata sejak
bersinonim dengan dari
Perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini
:
Dia hanya
belajar komputersaja.
Sejak
dari
tadi ia menunggu temannya.
Kalimat ini dapat di perbaiki menjadi :
Dia hanya
belajar komputer
Sejak
tadi
ia menunggu temanya.
Atau
Dia belajar komputer saja
dari
tadi
ia menunggu temanya
4)
Penghematan dapat di lakukan dengan
cara tidak menjajakan kata-kata yang berbentuk jamak. Misalnya :
Bentuk tidak baku bentuk baku
Para ibu-ibu. Para ibu
Beberapa bapak-bapak. Beberapa bapak
e. Kecermatan
Yang dimaksud cermat adalah kalimat
itu tidak menimbulkan tafsiran ganda dan tepat pada pilihan kata.
Perhatikan kalimat
berikut :
Istri
lurah yang cerewet itu.
Dia
menerima uang sebanyak dua puluh lima ribuan.
Kalimat
a- memiliki makna ganda yaitu siapa yang cerewet, lurah atau istri lurah.
Kalimat
b- memiliki makna ganda yaitu berapa jumlah uang seratus ribu rupiah atau dua
puluh lima ribuan rupiah.
Perhatikan kalimat
berikut:
Yang diceritakan menceritakan
Tentang pengaruh teknologi informasi dan kenakalan remaja. Kalimat
ini salah pilihan katanya karena dua kata yang bertentangan, yaitu diceritakan dan menceritakan. Kalimat
itu dapat diubah menjadi :
Yang diceritakan adalah pengaruh
teknologi informasi dan kenakalan remaja.
f. Kepaduan
Yang dimaksud dengan kepaduan ialah
kepaduan pernyataan dalam kalimat itu sehingga informasi yang disampaikannya
tidak dipecah-pecah. Kalimat yang padu tidak bertele-tele dan tidak mencerminkan
cara berfikir yang tidak sistematis.[6]
g. Kelogisan
Yang dimaksud kelogisan
ialah ide kalimat itu dapat diterima oleh akal sehat dan sesuai dengan ejaan
yang berlaku.
Perhatikan kalimat
dibawah ini :
a) Waktu
dan tempat kami persilahkan.
b) Untuk
mempersingkat waktu, kita lanjutkan acara ini.
Kalimat
diatas tidak logis atau tidak masuk akal. Kalimat yang logis sebagai berikut:
Rektor
Unicom kami persilahkan.
Untuk
menghemat waktu, kita lanjutkan acara ini.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
1. Kalimat adalah kesatuan ujar yang
mengungkapkan suatu konsep pikiran dan perasaan.
2. Unsur-unsur
kalimat yaitu subjek, predikat, Objek, Pelengkap, Keterangan
3. Jenis-jensi
kalimat
a. Kalimat
tunggal
b. Kalimat
interogatif
c. Kalimat
Majemuk
d. KalimatImperatif
e. Klimat
Efektif
B.
SARAN
Semoga dengan adanya makalah ini dapat menjadi
tambahan referensi atau sebagai bahan ajar bagi pembaca, banyak kekurangan
dalam makalah ini kami menerima dengan baik kritik dan saran yang baik demi
memperbaiki karya-karya kami selanjutnya.
DAFTAR
PUSTAKA
Eka Farida,
Yushinta.2016.Buku Ajar Bahasa Indonesia
Perguruan Tinggi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar